Jumat, 11 September 2009

sahabatku dan adiku, berubah?

indah nya bunga mengkin ta sesedap dilihat..
cantiknya pelangi mungkin takan terwangi..
rapatnya kupu2 dan bunga ta selalu bermanfaat..

dulu semut menggitpun kau ceritakan
tergigit ular pun kau ta mengeluh
ta pernah hilang senyum dari hadapan
ta pernah lelah bermain meski berpeluh

sekarang..
kata indahmu ta lagi keluar..
nyanyianmu ta lagi merdu..
senyumu ta lagi manis..
banyak kata tersimpan..

Aku tahu..
sekarang banyak sahabat yang suka..
Aku mau..
cuma jujur dimulutmu
Aku ta tahu
Mengapa kau cepat berubah
Aku ta mau
menggagumu hingga kini..

Biarlah kau terbang bersama yang lain..
Biarlah rasaku pada adiku untuk melindungi saja..
Biarlah rasaku pada sahabatku hanya sekedar..
Biarlah kau menari menyanyi untuk yang lain..

karena kau telah jauh berubah...
mohon maafku, jika ku begini...

Rabu, 09 September 2009

Seandainya kau ayahku...

Nabi Ibrahim seperti kisahmu..
Muallaf dengan penuh cerita haru..
Rasa rahman rahim adalah fitrahmu..
Pemaaf adalah benih cintamu...

Aku terkejut saat kau katakan..
Rukun iman, rukun islam bukan terlalu dasar...
Tapi aku bangga padamu kau katakan..
Dasarnya islam adalah kejujuran dan berkata benar..

Lalu kau katakan pada anakmu..
Jangan pernah kau katakan tanah itu kotor..
Karena kau dibuat dari tanah..
Jangan pernah kau buang makananmu..
Karena petani dan peternak selalu miskin..

Aku islam sejak aku lahir..
Tapi tak seislam dirimu yang baru terlahir..
Aku muslim sejak ku ada..
Tapi tak sealim dirimu yang lebih tahu Sirah Nabawiyah..

Pantaslah..
Sifat anakmu lebih sosial dibandingkan melayu yang kukenal..
Pribadi keluargamu lebih hangat dari keluarga melayu yang kutahu..
Kesahajaanmu lebih bersari dari yang aku duga..

Seandainya kau adalah ayahku...
Kan kupeluk dan kucium sepanjang umurku..
Kan kujaga dalam pelupuk mataku..
Kan kubersihkan dosamu unukmu..

Biarlah dulu aku terjerembab kelam..
Biarlah dulu aku terdampar dalam gelap..
Biarlah aku termenung dalam sunyi..
Biarlah aku tergeletak dalam dosa..
Tapi aku akan bangkit dari kubur dosa

Meski aku baru kenal dirimu
Terpatri dalam sanubari..
Terngiang dalam hati..
Terbenam dalam mata..
KATA KATA HATI DARIMU..

Membuatku..
mencoba bangga dengan keluargaku..
menambah cinta pada istri dan anaku..
aku pun akan bisa...

Rabu, 26 Agustus 2009

Jangan Menyerah

by D'Masiv


tak ada manusia


yang terlahir sempurna

jangan kau sesali

segala yang telah terjadi



kita pasti pernah

dapatkan cobaan yang berat

seakan hidup ini

tak ada artinya lagi



syukuri apa yang ada

hidup adalah anugerah

tetap jalani hidup ini

melakukan yang terbaik



tak ada manusia

yang terlahir sempurna

jangan kau sesali

segala yang telah terjadi



Tuhan pasti kan menunjukkan

kebesaran dan kuasanya

bagi hambanya yang sabar

dan tak kenal putus asa

Kamis, 20 Agustus 2009

Jangan Risau...

Bercahaya kemilau kulihat dirimu..
Bergemintang cinta dihatimu..
Harum mewangi menyeretku padamu..
Kecantikanmu bak berlian pilihanku..

Untuk mendapatkanmu..
Kulewati duri tanpa batas..
Kudaki gunung tanpa penat..
Kuarungi laut tanpa takut..

Lalu..

Mengapa sekarang aku harus jauh darimu..
Apakah alasanku untuk lari darimu..
Bagaimana aku harus mengingkari dirimu..

Jangan risau..

Aku telah memilkimu..
Takan kubuang berlian yang melekat..
Kau selalu teatp dalam hatiku..
Takan kubiarkan cahayamu meredup..

Karena aku sayang kamu...

Rabu, 19 Agustus 2009

Mekarlah bungamu

Bumi pertiwi telah saksikan..

Bintang pun sujud menyinari..
Burung berkicau sendu..
Planet2 terang mulai mengitari..
Sepoian angin menyanyi merdu..

Samudra pun tahu..

Saat bulan bersinar..
Saat matahari bersiap menerangi..
Saat ombak datang bergemuruh..
Saat semua isi alam senyap..

Bunda pertiwi pun berseri, karena..

Kuncupmu memekar..
Kelopaknya terurai membuka..
Mahkota timbul dengan kekar..
Putik sari berhamburan..
Wangimu keluar menyebar..
Madumu manis bertebaran..

Lalu,
Bungamu mulai memerah..
Daun baru pun akan datang..
Akarmu makin merekah..
Tandanya kau makin matang..

Karena umurmu bertambah satu tahun..
Maka mekar lah...

Senin, 17 Agustus 2009

Kerinduanku

biarlah bintang menerangimu..

biarlah angin menup kalbumu...

agar hati ini berkumpul kembali..

agar badan ini terjaga dalam tidur..

Lepaskanlah pancaran indah matamu..

Uraikanlah senyum cantikmu..

Supaya kau berada dalam hatiku lagi..

Supaya kau ta terlepas dalam pandangku..

Kumpulkanlah cintamu..

Keluarkanlah sayangmu..

Agar dukamu terbagi denganku..

Agar sukamu terpancar untuku..

Buanglah sedihmu..

Enyahkan gundahmu..

Supaya aku memeluk kisahmu lg..

Supaya kau ta sendiri lagi..

Biarkan airnya mengalir..

Biarkan embun menetes..

Agar hatimu ta tertutup lagi..

Agar kecerian dapat berbagi lagi..

Tiupkanlah harum badanmu..

Tebarkanlah putik sarimu..

Supaya aku mencium bau wnagimu lg

Supaya aku peka keberadaanmu..

Taburkanlah senyumu yang indah..

Taburkanlah rasamu yang menawan..

Agar kutahu kau tetap cantik..

Agar kutahu kau tetap baik...

dari aku yang merindukan keindaha dulu lagi...

Rabu, 29 Juli 2009

Samudra..

Indahnya kau diciptakan
Besar dan luas ta terbatas
Gempitanya kau dihamparkan
Gelegar suaramu gempita

Kau terima semua makhlukNya
Tanpa ada syarat pun
Kau bagi rizki semua Makhluknya
Tanpa ada syarat pun

Meski kau disakiti oleh tamumu
Meski kau dirusak oleh MakhlukNya
Meski kau dilukai oleh pendatangmu
Kau tak pernah menggebrak penjahatNya

Meski bau busuk menyengat masuk
Tapi kau tetap harumkan dengan bungamu
Meski api datang menusuk
Tapi kau dinginkan dengan lautmu

Panasnya matahari menyengat
Kau sejukan dengan embunmu
Dinginya salju mendera
Kau hangatkan dengan mentarimu

Hatimu memang luas
Membentang salurkan syurga
Menghampar sejukan dunia
Ta seperti aku yang bias

Samudra..
Seandainya hatiku seluasmu..