Indahnya kau diciptakan
Besar dan luas ta terbatas
Gempitanya kau dihamparkan
Gelegar suaramu gempita
Kau terima semua makhlukNya
Tanpa ada syarat pun
Kau bagi rizki semua Makhluknya
Tanpa ada syarat pun
Meski kau disakiti oleh tamumu
Meski kau dirusak oleh MakhlukNya
Meski kau dilukai oleh pendatangmu
Kau tak pernah menggebrak penjahatNya
Meski bau busuk menyengat masuk
Tapi kau tetap harumkan dengan bungamu
Meski api datang menusuk
Tapi kau dinginkan dengan lautmu
Panasnya matahari menyengat
Kau sejukan dengan embunmu
Dinginya salju mendera
Kau hangatkan dengan mentarimu
Hatimu memang luas
Membentang salurkan syurga
Menghampar sejukan dunia
Ta seperti aku yang bias
Samudra..
Seandainya hatiku seluasmu..
daripada bagiin dan makan duit korupsi mending bagiin ilmu dan makan ilmu sampai pinter...
Rabu, 29 Juli 2009
Selasa, 28 Juli 2009
Aku ta tahu
Aku tak tahu harus mulai dari mana?
Aku tak tahu harus menulis apa?
Ditanganku duka
Ditanganku suka
Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu
Dari mana kamu datang?
Aku tak mendengar langkahmu
By Iwan F
Aku tak tahu harus menulis apa?
Ditanganku duka
Ditanganku suka
Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu
Dari mana kamu datang?
Aku tak mendengar langkahmu
By Iwan F
Jumat, 17 Juli 2009
Ta kan cemburu
Apa aku harus cemburu...
melihat ombak itu terus bergerak
memperhatikan angin itu terus melambai
melihat sayap burung itu terus mengepak
memperhatikan daun2 membelai
Apa aku harus iri...
Menyaksikan air itu terus mengalir
Mendengar halilintar itu itu bergemuruh
Menyaksikan bintang terus bersinar
Medengar rintik hujan gemeriuh
tapi itu kehendakMu bukan?
Hari ini,
Gunung kami meletup murka
Ombak kami membludak marah
Air kami menerjang murka
Tanah kami gemuruh marah
Ya Allah,
Apa aku terlanjur cemburu dan iri?
hingga Kau menimpakan ini?
Lindungi kami Ya Allah,
Aku ta kan lagi cemburu dan iri pada mereka
melihat ombak itu terus bergerak
memperhatikan angin itu terus melambai
melihat sayap burung itu terus mengepak
memperhatikan daun2 membelai
Apa aku harus iri...
Menyaksikan air itu terus mengalir
Mendengar halilintar itu itu bergemuruh
Menyaksikan bintang terus bersinar
Medengar rintik hujan gemeriuh
tapi itu kehendakMu bukan?
Hari ini,
Gunung kami meletup murka
Ombak kami membludak marah
Air kami menerjang murka
Tanah kami gemuruh marah
Ya Allah,
Apa aku terlanjur cemburu dan iri?
hingga Kau menimpakan ini?
Lindungi kami Ya Allah,
Aku ta kan lagi cemburu dan iri pada mereka
Kamis, 16 Juli 2009
Bunga apa kau?
Indah memang kumbang melihat parasmu..
Cantik jelas sedapnya dipandang para kupu2..
Wangi semerbak kumbang menciumu..
Manis memang dirasakan oleh semut2..
Kau kata kau sudah punya lebah yang baik..
Lebah untuk pasangan hidup..
Kau kata kau akan setia pada lebahmu itu..
Lebah yang akan mendampingmu..
Tapi..
Kau bukakan kelopakmu besar2..
Kau hiraukan mahkotamu yang cantik..
Membuat lebah, kupu2, kumbang dan semut mendekatimu..
Anehnya, kau terima mereka..
Lalu,
Kau minta kupu2 itu menari untukmu..
Kau mau lebah itu mengobatimu..
Kau minta semut itu membawakan makananmu..
Namun,
Kau ta beri apa yg mereka mau..
Kau ta biarkan madu dihisap oleh mereka..
Kau ta mau merugi sendiri..
Aku ta tahu apa maumu..
Aku ta mau kau terluka..
Aku ta mengerti mengapa kau seperti itu..
Hati-hatilah..
Karena malaikat akan mencatatnya..
Karena mereka akan membalasnya..
Karena Tuhan Maha Mengetahui hatimu..
Karena Tuhan akan membalas yang lebih buruk...
Cantik jelas sedapnya dipandang para kupu2..
Wangi semerbak kumbang menciumu..
Manis memang dirasakan oleh semut2..
Kau kata kau sudah punya lebah yang baik..
Lebah untuk pasangan hidup..
Kau kata kau akan setia pada lebahmu itu..
Lebah yang akan mendampingmu..
Tapi..
Kau bukakan kelopakmu besar2..
Kau hiraukan mahkotamu yang cantik..
Membuat lebah, kupu2, kumbang dan semut mendekatimu..
Anehnya, kau terima mereka..
Lalu,
Kau minta kupu2 itu menari untukmu..
Kau mau lebah itu mengobatimu..
Kau minta semut itu membawakan makananmu..
Namun,
Kau ta beri apa yg mereka mau..
Kau ta biarkan madu dihisap oleh mereka..
Kau ta mau merugi sendiri..
Aku ta tahu apa maumu..
Aku ta mau kau terluka..
Aku ta mengerti mengapa kau seperti itu..
Hati-hatilah..
Karena malaikat akan mencatatnya..
Karena mereka akan membalasnya..
Karena Tuhan Maha Mengetahui hatimu..
Karena Tuhan akan membalas yang lebih buruk...
Rabu, 15 Juli 2009
Nyanyian jiwa
Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega Terburai diterjang halilintar.
Mata hati bagai pisau merobek sangsi
Hari ini kutelan semua masa lalu.
Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega Terburai diterjang halilintar.
Mata hati bagai pisau merobek sangsi
Hari ini kutelan semua masa lalu.
Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri
Gelisahku..
Luruh lantah hingga menggelantah
Gundah gulana hingga merana
Berlaksa duka hingga nestapa
Mengharu biru hingga berderu
Resah gelisah ta tahu mengapa
Meringis tangis ta tahu apa
Kacau balau entah bagaimana
Sakit menjerit ada apa
Gundah gulana hingga merana
Berlaksa duka hingga nestapa
Mengharu biru hingga berderu
Resah gelisah ta tahu mengapa
Meringis tangis ta tahu apa
Kacau balau entah bagaimana
Sakit menjerit ada apa
Selasa, 14 Juli 2009
Kamukah wanita pelapor itu...
Awalnya, manis mulutmu terucap..
Hingga ku tertegun dan kuanggap kau mesra..
Harapanku, kau menjadi temanku tetap..
Bangga bila berkawan denganmu serasa..
Hari itu,
Aku pun iba melihatmu saat kenegriku sendiri ta ada kawan..
Lalu kubagi kau kesempatan datang ke Bandung...
Moga kau jadi kawan yang menawan..
Agar hatiku ta kosong dan merasa mendung..
Dan sepertinya kau dapat bantu..
Ta sedkitpun terpikir kau seperti ini sekarang..
Kenapa kau sekarang jadi hantuu...
Menakutkan kami semua orang...
Aku ta tahu siapa bagi tahu..
Aku ta tahu mengapa dia tahu..
Mana aku tahu orang jadi tahu..
Rupanya kau katakan semua..
Rumahku cantik..
Mobilku menarik..
Sampai kau katakan pembantuku banyak..
Dan uangku banyak...
Kau menjadi orang kepercayaan bosku..
Rupanya kau spy hebat...
Membuat terlena bosku ...
Karena kau telah mengadu dengan hebaaat...
Aku benci...
Seandainya aku tahu itu..
Menyesal kau bawa ke rumahku..
Sepertinya segalau kau tahu..
Kaukah ular berkepala dua..
Mempunyai hati dua..
Hati dengki pada kawanmu..
Dan hati "oke" saja pada bosku..
Aku harap Tuhan membalas kebaikanmu..
DAN KEDENGKIANMU....
Hingga ku tertegun dan kuanggap kau mesra..
Harapanku, kau menjadi temanku tetap..
Bangga bila berkawan denganmu serasa..
Hari itu,
Aku pun iba melihatmu saat kenegriku sendiri ta ada kawan..
Lalu kubagi kau kesempatan datang ke Bandung...
Moga kau jadi kawan yang menawan..
Agar hatiku ta kosong dan merasa mendung..
Dan sepertinya kau dapat bantu..
Ta sedkitpun terpikir kau seperti ini sekarang..
Kenapa kau sekarang jadi hantuu...
Menakutkan kami semua orang...
Aku ta tahu siapa bagi tahu..
Aku ta tahu mengapa dia tahu..
Mana aku tahu orang jadi tahu..
Rupanya kau katakan semua..
Rumahku cantik..
Mobilku menarik..
Sampai kau katakan pembantuku banyak..
Dan uangku banyak...
Kau menjadi orang kepercayaan bosku..
Rupanya kau spy hebat...
Membuat terlena bosku ...
Karena kau telah mengadu dengan hebaaat...
Aku benci...
Seandainya aku tahu itu..
Menyesal kau bawa ke rumahku..
Sepertinya segalau kau tahu..
Kaukah ular berkepala dua..
Mempunyai hati dua..
Hati dengki pada kawanmu..
Dan hati "oke" saja pada bosku..
Aku harap Tuhan membalas kebaikanmu..
DAN KEDENGKIANMU....
Langganan:
Postingan (Atom)